Trenggalek Juara Lomba Cipta Menu Keluarga Olahan Ikan Nasional

lomba-masak-ikan

Tim dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek menjadi juara pada Lomba Cipta Menu Keluarga: Olahan Ikan tingkat nasional, Sabtu (12/11) di Jakarta. Dalam lomba yang diselenggarakan oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan bersama PKK tersebut, Trenggalek mewakili Provinsi Jatim bersama dengan Kabupaten Lamongan.

Dalam lomba tersebut Trenggalek ditunjuk Provinsi Jatim untuk mengikuti kategori lomba menu keluarga, sedangkan Lamongan di kategori menu kudapan. Kedua tim dari Jawa Timur tersebut berhasil menyabet predikat juara. Trenggalek berhasil menjadi juara I pada ketegori menu keluarga. Sedangkan Lamongan menjadi juara II pada kategori menu kudapan.

Prestasi yang diraih Trenggalek ini merupakan bentuk kerjasama antara TP PKK bersama denganĀ  Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek. Tim dari Kabupaten TrenggalekĀ  dipimpin oleh Ketua TP PKK, Arumi Bachsin.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Trenggalek, Syuhadak Abdullah, M.Si., saat dikonfirmasi membenarkan kabar tersebut. “Kita mewakili Jatim bersama dengan Kabupaten Lamongan”, ungkap Syuhadak.

“Patut disyukuri kita berhasil meraih juara 1 untuk cipta menu keluarga, sedangkan Lamongan juara 2 menu kudapan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan menambahkan bahwa lomba ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk gemar makan ikan. Pasalnya dalam ikan sendiri terkandung berbagai zat yang dapat mendorong pertumbuhan otak manusia, selain juga baik untuk kesehatan.

Masih meurut Syuhadak, Trenggalek merupakan daerah dengan produksi ikan yang luar biasa. Akan tetapi konsumsi ikan masyarakat Trenggalek sendiri hanya 23 kg /orang per tahun. Sedangkan untuk Jawa Timur jumlah konsumsi ikans pada kisaran 36 kg/orang per tahun.

“Dengan angka yang cukup minim tersebut, perlunya pemerintah menggenjot minat masyarakat untuk gemar makan ikan ini. Pemerintah Daerah sebenarnya telah berupaya keras untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap komsumsi ikan ini. Pemerintah telah menyumbangkan kendaraan roda tiga dan roda dua yang dilengkapi dengan pendingin agar bisa mendistribusikan ikan yang segar lebih dekat dengan masyarakat,” tutur Syuhadak.

Selain itu, menurut Syuhadak, pemerintah juga telah membina kelompok-kelompok binaan, mulai dari ikan segar dan juga binaan produk olahan ikan.

“Binaan ini melakukan perubahan bentuk ikan menjadi beberapa olahan, seperti nuget, kaki naga, kerupuk ikan ataupun produk olahan lainnya. Pasalnya tidak bisa pungkiri memang ada beberapa orang yang tidak menyukai ikan itu sendiri. Sehingga perlu inovasi agar orang yang tidak suka ini bisa suka mengkonsumsi, toh esensinya olahan ini sama, yaitu ikan,” tandasnya. (Humas)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *