Penganggur 2016 Lulusan SMU di Jatim Meningkat ; Iklim investasi di Jatim Masih Menjanjikan

sma-need-job

Surabaya, 9 Nopember 2016. Survey BPS disektor ketenagakerjaan di Jatim telah di release kemarin (8/11/2016), hasilnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Jatim terdapat pada tingkat pendidikan Sekolah Menengah Umum, yaitu 9,04 persen dari sebelumnya sebesar 8.73 persen per agustus 2015. Selain itu, proporsi pekerja di Jatim yang berpendidikan sekolah menengah kejuruan , D3 dan Sarjana semakin meningkat. Kondisi tersebut sangat mendukung investasi masuk yang cukup banyak menyerap tenaga kerja buruh/karyawan/pegawai. Yang juga mengindikasikan  awal tentang iklim investasi di Jawa Timur yang menjanjikan karena tersedianya tenaga kerja yang cukup.
Sebagaimana dijelaskan dalam Berita Statistik Ketenagakerjaan BPS Jatim, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2016 mengalami penurunan menjadi 4,21 persen. Jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh mereka yang berstatus menganggur, terlihat bahwa TPT tertinggi terdapat pada tingkat pendidikan Sekolah Menengah Umum, yaitu 9,04 persen. Berikutnya adalah Sekolah Menengah Kejuruan sebesar 7,10 persen yang sebelumnya 11,74 persen di Agustus 2015. Meskipun persentasenya menurun, masih perlu menjadi perhatian di tengah didorongnya para pelajar untuk mengikuti pendidikan kejuruan ini dengan harapan bisa mendapatkan keahlian dan lebih mudah memperoleh pekerjaan. Keadaan ini dapat disebabkan karena adanya ketidaktepatan informasi antara kebutuhan penyedia lapangan kerja dengan pihak pendidikan yang bertugas menyiapkan skill atau keahlian dari para siswa sekolah kejuruan ini agar tidak terjadi apa yang dilatihkan/diajarkan, ternyata tidak dibutuhkan oleh penyedia pekerjaan. BPS Jatim juga mencatat,  TPT pada tingkat SD ke bawah cenderung rendah, seperti TPT pada Agustus 2016 untuk jenjang ini hanya sebesar 1,24 persen dikarenakan mereka yang berpendidikan rendah cenderung tidak akan memilih pekerjaan sehingga akan melakukan pekerjaan apa saja asalkan dapat memperoleh pendapatan. Sedangkan penganggur berpendidikan D3 pada agustus 2016 sebesar 5.01 persen, turun dari 8.11 persen pada agustus 2015. Untuk penganggur Sarjana, pada agustus 2016 sebesar 4.61 persen, turun dari sebesar 4.99 persen per agustus 2015
Namun demikian, ada yang mengembirakan dari laporan BPS Jatim, bahwa proporsi pekerja yang berpendidikan sekolah menengah kejuruan semakin meningkat dari semula 9,38 persen pada Agustus 2015 menjadi 11,40 persen pada Agustus 2016. Begitu pula halnya dengan penduduk Jawa Timur yang bekerja dengan pendidikan tertinggi yang ditamatkan pada tingkat Universitas meningkat menjadi 1,52 juta orang dibanding pada Agustus 2015 yang mencapai 1,35 juta orang. Kondisi ini menunjukkan adanya hasil dari upaya perbaikan kualitas tenaga kerja di Jawa Timur dan sangat mendukung investasi masuk yang cukup banyak menyerap tenaga kerja buruh/karyawan/pegawai. Tentunya hal ini bisa menjadi indikasi awal tentang iklim investasi di Jawa Timur yang menjanjikan karena tersedianya tenaga kerja yang cukup.
Disnakertransduk Prov. Jatim sebagai SKPD dibidang ketenagakerjaan, guna mendukung peningkatan partisipasi angakatan kerja dan perluasan kesempatan kerja menjaga kondisi hubungan industrial yang harmonis sesuai amanat RPJMD, telah melakukan berbagai program untuk pengurangan pengangguran. Terobosan inovasi layanan penempatan ‘AyoKerja’ dan Jatim Pro Magang Kerja merupakan upaya untuk memperluas dan mempercepat penempatan disektor formal, perluasan kesempatan kerja sekaligus untuk mendukung kompetensi kerja. Sedang program prioritas lain yakni Pelatihan Alih Kerja (Paker) ditujukan bagi pekerja ter PHK menjadi upaya lain pemerintah Prov. Jatim selain pendekatan preventif untuk menjaga hubungan industrial yang kondusif berupa upaya-upaya bipartite antara perusahaan dan  pekerja. (bdr/11/2016)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *